Sobat caber yang haus akan keilmuan.
Kini kita kan membahas mengenai suatu tempat di mana ketika nama tempat
tersebut disebut, maka yang akan timbul dalam benak pemikiran kita adalah
tempat yang sepi, gelap, dan menakutkan. Yah, itulah “kuburan” atau tempat
pemakaman.
“Andai Kuburan Bisa Berbicara”.
Judulnya kurang lebih seperti itu, karena ini berisi tentang nasehat yang bisa
dibilang seolah-olah dia (kuburan) itu yang berbicara. Ada sebuah riwayat yang
menyebutkan bahwa setiap harinya kuburan atau tanah makam berseru kepada kita
manusia yang masih hidup sebanyak 5 kali. (apa iya yaa……) lanjut aja bacanya.
Pertama ia berkata : “Aku adalah
Rumah Kesepian, maka Jadikanlah Bacaan Al-Qur’an Sebagai Temannya”.
Kita semua
tahu, bahwa yang namanya orang meninggal trus dimakamkan pastinya ia sendirian,
gak ada yang mau nemenin ia tidur di sana. Walaupun ketika ia hidup di dunia,
menjalin cinta dengan kekasih atau pasangannya sampai berjanji sehidup semati,
se-iya se-kata, namun itu hanya sebatas ketika ia masih hidup saja. Ketika ia
sudah wafat, sudah, hilanglah cintanya itu. Lagi pula siapa yang mau menemani
orang yang sudah wafat di pemakaman. Yang ada malah kita yang niatnya menemani justru
kita lah yang kesepian. Oleh karenanya Islam mengajarkan agar kita memperbanyak
membaca Al-Qur’an, agar kelak ketika kita kesepian ia akan datang menemani kita
yang sedang sendirian.
Kedua ia berseru: “Aku adalah Rumah
yang Gelap, maka Jadikanlah Sholat malam sebagai Penerangnya”.
Selain sepi, kuburan
juga merupakan tempat yang gelap. Walaupun sekarang ini para juru kunci di
kebanyakan tempat pemakaman sudah memasang penerang berupa lampu-lampu yang
menyala setiap malamnya. Namun itu hanyalah penerang di dunia kita, manusia
yang masih hidup di dunia, mereka yang berada dalam kuburan sudah berbeda dunia
dengan kita, lagi pula dikubur pun juga tertutup oleh tanah yang kurang lebih
tebal/tingginya timbunan tanah itu tidak mungkin dapat ditembus oleh cahaya
lampu penerang yang ada di atasnya. Sholat malam yang kita lakukan ketika kita
masih hidup, itulah yang dapat menerangi kita disaat kita berada dalam gelapnya
liang lahat.
Seruan ketiganya yaitu: “Aku adalah
rumah yang beralaskan dengan tanah atau debu, maka Jadikanlah Amal Sholeh
sebagai Alasnya”. Orang yang meninggal dunia dari semua elemen pangkat manusia,
semuanya sama beralaskan dengan tanah. Mulai dari pengamen sampai presiden,
orang-orang mlarat sampai konglomerat, petani sampai TNI, santri sampai Kiyai,
semuanya ketika dikuburkan dalam kuburan tidak beralas dengan benda apapun,
mulai dari tikar, karpet, kasur atau bahkan spring
bad. Kita dituntun untuk memperbanyak amal sholeh ketika nyawa masih dalam
jasad kita, agar nantinya amal sholeh yang kita lakukan akan dapat memberikan
pertolongan kepada kita saat kita membutuhkan pertolongan di mana tidak ada
seorang pun yang dapat menolong selain amal yang kita lakukan.
Yang keempat, ia berseru: “Aku
adalah rumah tempat ular yang besar dan berbisa (ular suja’), maka jadikan
bacaan bismillaahirrohmaanirrohiim
sebagai penawarnya dan menangislah karena takut kepada Allah SWT”.
Memang secara logika mana mungkin ular besar
bisa ada bersama kita ketika sudah dimakamkan dalam kuburan , namun hal
tersebut perlu kita yakini karena terkait dengan alam yang berbeda dengan alam
atau dunia kita yang mana tidak bisa kita lihat secara kasap mata. Oleh
karenanya kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak lafadz
basmalah dan juga banyak menangislah karena takut kepada Allah, menangis karena
maksiat yang selalu kitaperbuat, penyesalan akan dosa-dosa yang pernah kita
lakukan, menangis karena mengharap ridho dan ampunan dari-Nya. Itu semua agar
nantinya dapat menjadi penawar untuk kita ketika menghadapi ular syuja’.
Terakhir, seru kubur kepada manusia:
“Aku adalah rumah pertanyaan munkar nakir, maka perbanyaklah membaca لا
اله الا الله محمد الرسول الله agar kita bisa
menjawab pertanyaan munkar dan nakir tersebut”. Kita semua tahu dan hapal sejak
kecil bahwa malaikat yang nantinya akan menanyai dalam kubur adalah malaikat
munkar dan nakir. من ربك dan lain sebagainya, adalah pertanyaan yang
nantinya akan dilontarkan kepada kita. Bukan sebuah jaminan kita di dunia sudah
tahu bocoran pertanyaan yang nantinya akan diajukan kepada kita, dan kita tahu
serta hapal benar dengan jawaban yang benar, namun ketika nanti tiba waktunya والله
اعلم kita semua tidak tahu apapun tentang hal yang akan terjadi.
Kita hanya diberi anjuran untuk memperbanyak berdzikir dengan لا
اله الا الله محمد الرسول الله yang semoga
wasilah dzikir tersebut kita diberi kemudahan untuk menjawab pertanyaan munkar
dan nakir.
Intinya para sobat caber semua,
sedia paying sebelum hujan (nyambung gak ya…), kita haruslah bersiap-siap untuk
kehidupan kita setelah masa aktif nyawa kita habis untuk berada di dunia ini.
Karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita, untuk menghadap kepada
Allah Tuhan Yang maha Esa, guna mempertanggungjawabkan perbuatan kita selama
hidup di dunia. So, jangan bosan untuk beramal sholeh