"Belajar Memahami Kehidupan untuk Hidup yang Lebih Baik Lagi"

BTemplates.com

Pages

Rabu, 04 Oktober 2017

Belajar Bersosial




IAIN Metro (dulu STAIN Jurai Siwo Metro) adalah kampus tempatku menapakkan kaki dalam rangka menimba ilmu, mencari sahabat dalam rangka silaturrahmi, dan yang paling utama mencari ridho-Nya dalam rangka mempersiapkan bekal untuk masa yang akan datang.


Foto ini adalah foto ketika kami melaksanakan KMD (Kursus Mahir tingkat Dasar) selain sebagai kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) MK pramuka juga itu bermanfaat juga untuk bekal kami nantinya ketika menjadi seorang pendidik.


Ini adalah salah satu dokumentasi gambar dari beberapa kegiatan yang pernah kami ikuti seperti seminar, workshop, dan lain sebagainya.
Itu secuil kata-kata yang mungkin jika dipikir oleh anda para pembaca yang luar biasa hanyalah kalimat yang bobotnya sangat jauh sekali dibandingkan dengan cerita karangan anak SD. Tapi inilah pribadi kami, yang masih dalam proses belajar, yang selalu membutuhkan bimbingan, arahan, teguran ketika salah, dan hiburan ketika jenuh.

Kamis, 24 Agustus 2017

Belajar Untuk Sadar Diri




     Ini sebenarnya bukanlah nasehat dari diri saya pribadi, karena saya mendapatkannya pada saat membaca tulisan sekilas yang ternyata setelah saya pikir dan coba untuk renungkan memang kata-kata itu sangat-sangat perlu untuk direnungkan serta dilaksanakan agar menjadi diri yang lebih baik lagi. Langsung saja kita baca, pikirkan, dan renungkan dalam hati kita kemudian kita cari jalan terbaiknya untuk kita dan kita berusaha lagi untuk jadi lebih baik.

     Banyak di antara kita khususnya pelajar yang kurang tepat dalam menempatkan posisi "belajar" dalam kehidupan kita masing-masing. Ada yang menyatakan bahwa sekolah itu hanyalah sebagai formalitas belaka, artinya mereka yang menganggap seperti itu berangkat belajar atau sekolah hanya agar tidak merasa malu melihat teman atau tetangganya sekolah atau karena orang tuanya lulusan S1 masak anaknya hanya lulus SD oleh karena itu anak-anak mereka akhirnya terus disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi, atau juga bersekolah karena gengsi zaman sekarang sudah zaman yang modern eh sudah putus sekolah dan tidak melanjutkan belajar (sekolah) lagi. Ada ungkapan yang sering kita dengar ketika ada siswa baru baik di tingkat SD, SLTP, SLTA, atupun perguruan tinggi yang mana pada saat ditanya kenapa sekolah di sini? Rata-rat jawaban dari pertanyaan tersebut adalah "ya karena temen-temen pada sekolah di sini jadi ya ngikut-ngikut saja." Dari ungkapan tersebut seolah-olah sekolah itu hanya sebagai penyetaraan diri terhadap teman-temannya.
      Selain itu ada juga yang menyatakan bahwa belajar adalah kewajiban bagi kita, katanya "Tholabul 'Ilmi Faridhotun 'Ala Kulli Muslim" (Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam) dan kita sebagai orang Islam apabila tidak menuntut ilmu maka akan mendapatkan dosa. Maka dari itu ada istilah wajib belajar 9 tahun atau wajib belajar 12 tahun bahkan di dalam Islam ada juga ketentuan masa belajar yaitu dari sejak lahir hingga masuk kedalam liang lahad (kuburan), artinya mulai dari buaian ibu hingga kita kembali kepada Allah SWT itulah waktu untuk kita mencari ilmu.
     Yang terakhir dan ini yang menurut saya tepat sebagai penempatan belajar dalam kehidupan kita yaitu belajar merupakan salah atu kebutuhan kita dan yang namanya kebutuhan pastilah wajib untuk dipenuhi, lain halnya dengan keinginan yang mana itu merupakan hal yang perlu kita pilah dan pilih mana keinginan yang harus kita penuhi untuk kebaikan kita dan mana keinginan yang tidak perlu kita penuhi (tidak harus). Sebagai khalifah di bumi sudah seharusnya kita mempunyai ilmu yang memadai untuk kelangsungan hidup kita atau demi mengemban tugas yang telah diberikan Allah SWT kepada kita tersesbut. Karena sebagai makhluk yang tidak hanya dikaruniai nafsu saja tetapi juga didampingi dengan akal dan perasaan, maka kita amat sangatlah dianjurkan untuk mengasah akal pikiran kita dengan jalan belajar belajar dan terus belajar guna mengendalikan nafsu agar tidak melakukan hal-hal yang salah.
      Jadi, marilah kita berlomba-lomba dalam menghilangkan kebodohan dalam diri kita dengan belajar, baik belajar ilmu umum terlebih-lebih ilmu agama agar kita semua dapat menggapai kebahagiaan di dunia hingga kelak di akhirat.
"Jika belajar masih dianggap sebuah kewajiban bagi kita, maka akan banyak godaan dan timbul rasa enggan (alias terpaksa saat diberikan diinstruksi). Lalu bagaimana caranya agar belajar kita jadikan sebagai suatu kebutuhan sehingga kita yang melakukannya pun menjadi enjoy dan merasa rugi jika banyak waktu terbuang bukan untuk belajar"